Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 05 April 2023

Latto-latto Lagi Booming, Game ini diLarang di Amerika

 Latto-latto Lagi Booming, Game ini diLarang di Amerika 

Latto Latto Di Indonesia, permainan jadul kembali booming, dimainkan oleh banyak kalangan usia terutama anak-anak. 

Kata latte latte sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti suara dua benda yang bertabrakan

Orang Makassar menggunakan kata ini untuk menyebut permainan lat ini sebagai Clakers Ball hingga mekar 

Bahkan, lumbung memiliki nama yang berbeda di setiap negara, klackerballs, bolas atau knockers, click-clacks, clankers, click-clacks, bonkers dan ker-bangers. Latto Latto sebenarnya mainan lama yang  meledak lagi. 

Game latto latte untuk anak 60an pasti paham dengan game ini. Latto Mainan Latto terdiri dari dua bola yang dihubungkan dengan  seutas tali dan sebuah cincin di  tengah tali. 

Latto latto dimainkan dengan memukul dua  bola untuk menciptakan suara yang berirama.  

Mainan ini awalnya dirancang untuk mengajarkan koordinasi tangan-mata anak-anak. Namun, bahan sumber yang digunakan dalam game tersebut dianggap berbahaya. 

Latto - Latto dilarang di Amerika 

Menurut situs Komisi Keamanan Produk Konsumen AS, lato lato, atau Clackers Ball, tidak dapat dimainkan di Amerika karena gagal dalam uji ketahanan khusus pada tahun 1985. Hal ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Dewan Perlindungan Konsumen. 

Game ini malah ditarik  karena dianggap bisa merugikan penggunanya. 

Untuk menghindari cedera dari pecahan peluru atau dorongan tiba-tiba dari bagian yang meledak saat digunakan. 


Hindari merusak atau melukai bola karena benturan bagian yang rusak saat digunakan. 

Permainan tersebut sebelumnya telah diuji oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen  dan menghasilkan bola yang pecah atau retak. Bahkan pegangannya banyak  yang patah. 

Mereka kemudian juga meminta konsumen yang membeli bola kerincingan untuk membuangnya. 

Komisi Keamanan Konsumen AS bahkan melaporkan bahwa setidaknya hampir 4.600 bola, atau mainan lato-lato, disita oleh Kantor Marshals di Phoenix, Arizona pada 6 Desember.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demi Kuasai Industri Game ,Arab Saudi Siapkan Dana Sekitar Rp 500 Triliun

  Demi Kuasai Industri Game ,Arab Saudi Siapkan Dana Sekitar Rp 500 Triliun Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan dana senilai 38 miliar do...